Melanjutkan cerita perjalanan di
blog kemarin
Akhirnya tiba setelah
sekian lama menunggu tiket yang di boking sebulan sebelum keberangkatan menuju Kuala lumpur malaysia dan thailand hatyai,
bangkok tepatnya tanggal 10 october 2016 dan kembali 13 october 2016. Jam keberangkatan
pagi sekitar 8-55 pagi, dan saya harus bergegas berangkat jam 6 pagi menuju
bandara SMB II International airport (Sultan Mahmud Badarrudin II). Sekian lama
menunggu di bandara tiba waktunya untuk cek in dan pengurusan cap imigrasi
menuju KL (Kuala Lumpur, Malaysia).
Waiting
Room
Tiba waktunya
menuju pesawat AA duduk manis di dalam pesawat sekitar 1,5 jam penerbangan
akhirnya tiba di KLIA2 tepatnya pukul 10-30 karena waktu disini berbeda satu
jam lebih cepat dari indonesia jadi jam 11-30 tanpa melihat kiri kanan saya langsung menuju
ke imigrasi pengecekan pasport meminta cap dari negeri jiran untuk melenggang
masuk negeri ini, awalnya sempat di
wawancara ditanya mengenai beberapa lama untuk stay disini, semua selesai saya
pun mengabari kedatangan saya kepada sahabat saya sewatu ia kuliah di tempat
saya dan pernah tinggal satu asrama sewaktu masih mengikuti program beasiswa BM
dulu, akhirnya saya keluar airport tak
lama saya pun jumpa teman saya tak ada yang berubah antara kami berdua semua
masih terlihat sama seperti dahulu senang rasanya bisa jumpa abang lagi, kami
pun memesan tiket bus menuju KLCC tempatnya twin tower saya pun bangga ketika
bercerita tentang siapa yang membuatnya bangunan I Con negeri jiran ini orang
indonesia yang merancang dan mendirikan bangunan ini , di dalam bus saya jumpa
teman dari indonesia setelah sekian lama katanya ia tidak pulang ke indo sibuk
kerja di negeri jiran ini hampir 7 tahun baru pulang ke indonesia banyak cerita menarik yang bisa dapat darinya bagaimana
hidup dan akan kerinduan pada tanah air ketika masih di masa perantauan.
TWIN
TOWER
Sekitar 1 jam
dari airport menuju KLCC saya pun dan sahabat saya turun di stasiun dilanjutkan
dengan bus minivan tak sampai 30 menit dari stasiun saya pun tiba di KLCC dan
turun dari bus minivan lanjut ke halaman depan twin tower rasa takjub mulai
terasa betapa tidak karena pertama kali saya menginjak kaki disini yang dahulu
saya hanya melihat-lihat di internet tentang twin tower ini tepanya hari ini
semua menjadi kenyataan saya berada berada disini saya mencoba mencermati
memperhatikan apa keistimewaan dari gedung kembar ini setelah puas
keliling-keliling saya pun mencari masjid terdekat untuk melakukan sholat
zhuhur setelah melihat petunjuk arah sekitar saya pun menemukan masjid terdekat
setelah selesai sholat saya pun mencari makanan halal kedai makanan melayu yang
harga sekitar 15 ringgit untuk dua orang, cerita sedikit mengenai warga melayu
muslim dinegeri ini adapun ilmu pengetahuan baru yang saya dari obrolan kecil
bersama sahabat saya ini, ia mengatakan bahwa setiap melayu disini beragama
islam berbeda dengan indonesia meskipun melayu belum tentu islam emang ada
benarnya juga ia katakan bahwa di di indonesia melayu belum tentu islam karena
berbeda dari suku dan latar belakangnya, makan pun selesai kami kembali lanjuti
ke twin tower masuk ke mall, aku pun mencari money changer terdekat untuk
melakukan penukaran uang dari rupiah untuk ditukar dengan. Ringgit malaysia dan
Dolar hal paling membosan ketika berada di luar negeri mengapa tidak uang kita
bawak nominal banyak setelah ditukar hanya mendapat beberapa persen dari jumlah
semula rupiah sangat rendah jumlahnya, dan saya pun hanya bisa tersenyum
melihatnya pecahan kecil pun mulai menghiasi dompet baik itu bentuk cen atau
pun ringgit dari 1 ringgit hingga 100 ringgit dan dolar hanya beberapa keping
saja.
BATU
CAVES
Semua beres
keluar dari mall kami pun melanjutkan perjalanan menuju batu cave, jarak
lumayan jauh sekitar 30 menit dari Twin tower mengunakan kereta KTM saya pun
mulai memandang disamping kiri kanan melihat sekitar ternyata banyak juga turis
yang datang kesini untuk berlibur cerita pun di mulai kembali ia mulai memperjelaskan
tentang KL saya pun merespon dengan baik suasana tawa pun mulai terlihat di
wajah kami, antara indo dan malaysia yang semuanya tak terlalu jauh berbeda
meskipun harus aku akui mereka lebih tertib di bandingkan warga kita hampir tak
terasa saya pun tiba stasiun batu caves dan saya pun diajak mencari mushola
terdekat kami sholat bersama setelah selesai sholat langsung menuju halaman
batu cave tempat ritual agama hindu di negeri jiran ini, saya pun mulai
berkeliling serta poto-poto di dekat patung dewa mereka naik anak tangga jumlah
sekitar 300 lebih anak tangga menuju ke dalam goa suasana alam yang tercipta
dengan sendirinya bebatuan yang mungkin berumur ribuan tahun lalu saya pun di
buat takjub olehnya pemandangan yang belum pernah saya lihat sebelumnya.
TIKET
BUS LINTAS NEGARA TBS KL MALAYSIA-HATYAI THAILAND 55 RINGGIT
Setelah selesai
berkeliling dan melihat saya kembali menuju statiun batu cave untuk melakukan
perjalanan selanjutnya menuju TBS stasiun Bus lintas negara kami pun mulai
membeli tiket perjalanan mengunakan MRT untuk sampai ke tujuan meskipun awalnya
sempat salah stasiun dan kembali bertanya-tanya warga lokal mungkin udah
kecapean dalam perjalanan sahabat saya ini karena jarang melakukan perjalanan
karena sibuk dengan dunia pendidikan jadi tidak ada waktu untuk melakukan
perjalanan, kami pun akhirnya ketemu rutenya dan setelah sekian lama di dalam
kereta yang padat berhempit-hempitan kami pun sampai di stasiun TBS waktu udah
menunjukan pukul 7 malam kami pun mencari mushola terdekat setelah selesai
sholat kami mencari kedai makanan melayu halal tidak terlalu di dekat mushola
kami pun memesan makanan aku pesan nasi ayam saus dan sahabat saya memesan mie
setelah sedikit menunggu semua sudah siap kami pun mulai makan malam bersama.
Makan pun
selesai aku pun mualai diajak mencari dan menanyakan tiket bus menuju hatyai
thailand tak lama kemudian tiket pun dapat harganya 55 ringgit malaysia
berangkatnya jam 10 malam setelah semua sudah beres mengenai tiket bus makan
malam pun sudah keliling KL sudah kami pun harus berpisah pelukan seorang
sahabat pun dekap erat rasa haru pun mulai terasa, dia kembali ke ruamah
bersama keluarganya, dan saya melanjutkan perjalanan ke hatyai thailand jam
setelah sekian lama menunggu jam keberangkatan tiba saya pun masuk ke bus city
ekspres bus malam yang sangat nyaman bisa tiuran didalamnya serta fasilitas
yang cukup lengkap dengan wifi dan selimut dan kursi bisa dijadikan tempat
tidur, perjalanan pun dimulai kembali saya harus meninggalkan KL menuju hatyai
didalam bus saya satu dengan warga thailand dan satu teman dari malaysia kursi saya
bersebelahan dengan warga dari thailand percakapan selama perjalanan pun di
mulai kejadian yang aneh pun saya rasa rasakan mengapah tidak saya
berkomunikasi mengunakan google translit percakapan bahasa indo dengan bahasa
thai hampir tidak percaya semua bisa terjadi tapi itulah kenyataannya, yang
satu tidak bisa bahasa indo dan satunya lagi tidak bisa bahasa thai jalan
tengahnya adalah google translit tak terasa selama perjalanan begitu banyak hal
yang saya ketahui tentang thai dan dirinya.
Sempat singgah
di beberapa kios bahan bakar dan rumah makan dan saya pun turun bersama mereka
dan saya pun memesan kopi sambil menunggu perjalanan selanjutnya setelah
menikmati kopi thailand saya kembali ke bus sekian lama di perjalan percakapan
pun dilanjutkan menggunakan google hal yang aneh super duper lucu ketika diingat kembali sekarang. Mata mulai ingin terpejam sempat tertidur
beberapa jam saja tibalah di perbatasan sekitar pukul 5 pagi menunggu petugas
kantor imigrasi buka saya kembali terlelap sekitar satu jam kami pun turun di
perbatasan malaysia-thailand untuk
melakukan pengecakan pasport dan meminta cap imigrasi malaysia untuk keluar
malaysia munuju ke hatyai thailand setelah semua selesai kembali masuk
ke bus tidak terlalu perjalanan kami turun kembali untuk melakukan pengecekan
pasport dari malaysia masuk ke thailand dan meminta cap imigrasi thailand semua
beres kami kembali melanjutkan perjalanan menuju hatyai sekitar 3 jam kami tiba
di hatyai sekitar jam 9 di stasiun bus hatyai.
CEK IN PASPOR IMIGRASI
OUT MALAYSIA GO TO HATYAI THAILAND
Sesampai di
hatyai saya langsung menukar uang baht di money charger karena uang saya
tukarkan adalah dolar jadi saya minta bantuan teman saya satu bus tadi untuk
mencarikan tempatnya, saya sempat naik sepeda motor di hatyai dan diantar ke
money changer penukaran uang pun selesai saya minta tolong carikan bus menuju
bangkok satelah mencari-cari bus karena saya harus berangkat sekarang
sedangakan busnya baru berangkat jam 3 sore saya memutus untuk mencari
kendaraan lain setelah bertanya-tanya kepada teman saya satu bus tadi saya pun
memilih minivan menuju bangkok, dan kedua kalinya saya berpisah dengan orang
berbeda sama sangat berteriamah kasih kepada mereka yang telah mambantu saya. Jam
11 pun dimulai perjalanan saya menuju bangkok menempuh jarak sekiatar 15 jam
menggunakan minivan saya pun bertemu orang didalam minivan yang semuanya warga
lokal tahiland saya orang indonesia didalamnya kesenangan tersendiri yang saya
rasakan ketika untuk pertama kalinya saya mendengar bahasa yang saya tidak tahu
sedikitpun apa artinya untung disebelah kursi saya bisa berbahasa inggris jadi
saya bisa berkomunikasi walaupun bahasa inggris saya sendiri belum begitu
perfect tapi bisalah untuk jadi modal dalam perjalanan.
Saya pun
ketika tak sanggup bicara bahasa inggris saya tulis di kertas kosong untuk saya
tanyakan ke teman sebelah kursi saya dia cukup baik merespon apa yang saya
tuliskan warga lokal yang boleh dikatakan baik dan ramah meskipun baru sekali
bertemu di dalam perjalanan banyak hal-hal yang ajaib yang saya temukan, hampir
saja saya memakan daging pork untunglah sebelum saya makan bertanya kepada
teman saya ini what this is meat?
This is pork,
NO I’m not eat pork but I’m muslim (islam) hampir muntah ketika mendar daging
pork ini saya pesan nasi ayam tapi sebelah ayam itu saya kira sayur acar tapi
saya tidak di dalamnya ada daging itu, makan pun selesai. Perjalanan pun
dilanjutkan saya pun mulai terlelap tidur menunggu tiba ke bangkok sempat beberapa
kali singgah bangun dan tidur kembali saya pun tiba di bangkok sekitar jam 2
malam di stasiun bangkok, saya mencari taxi untuk menuju hostel yang sudah saya
boking waktu di indo harganya lumayan mahal 400 baht dari stasiun menuju hostel
di daerah khaosand road yang terkenal dengan harga murahnya tempat paling
nyaman buat para backpaker di thailand tepatnya di bangkok saya pun sampai di
khaosand road yang jarak lumayan jauh dari stasiun bus, saya pun tidak langsung
ke hostel tapi menikmati suasana kota bangkok dan singgah di jalan khaosand
road.
KHAOSAND ROAD
saya terkejut semua orang di belahan dunia berkumpul disini bernyanyi
bersama dan berjoget bersama suasana musik pun berbagai jenis ada disini
temapat yang sungguh menyenangkan saya berjumpa bule dari selovakia dan
berbincang-bincang menggunakan bahasa inggris sedikit nyambung di bandingkan
harus berbicara bahasa thai yang saya tahu hanya dua saja sawasde (selamat
datang) dan (khap kun kap) terimah kasih
setelah puas berbincang-bincang dan menikmati suasana musik yang rameh sekali
melihat wajah-wajah dari seluruh dunia saya mencari hostel penginapan saya the
aris hostel yang harga sekitar 173 bhat klw di rupiahkan sekitar 70 ribu saja
setelah sekian lama mencari saya pun menemukannya langsung melakukan pembayaran
di tempat dan deposit sekitar 100 baht saya sempat kaget harus satu kamar dengan bule perempuan asal sekotlandia yang
didalamnya satu berjumlah 4 orang saja, setelah masuk kamar saya mulai
mengeluarkan barang bawak’an dan mengecas laptop dan menanyakan pasword wifi
hostel. Sempat melakukan perkenalan singkat dengan mereka satu-persatu dari Dubai
UAE, dari scotlandia perempuan dan satunya lagi saya tidak sempat perkenalan karena
ia masuk saya sudah tidur. Semua tahu tentang indonesia terutama Bali saya
sebagai warga indonesia bangga karena ia tahu tanah kelahiran saya dan banyak lagi tempat-tempat yang bagus
dimilki indonesia kata mereka dan lampu mulai di padamkan kami semua tertidur.
Pagi hari pun
mulai menyinarkan mataharinya saya pun bergegas untuk mandi selesai mandi saya
bertanya kepada mereka kemana setelah selesai dari tempat ini ada yang mr dari
dubai ini keliling bangkok dan ms scotlandia kembali melanjutkan perjalanannya
menuju camboja dan saya sendiri keliling bangkok, awalnya saya ingin ke floting
market ke sleeping budha dan wat praya dam madam thusud tapi karena hujan
perjalan itu dibatalkan jadi saya mengunjungi grand palace yang tiket masuknya
500 baht keliling di dalamnya melihat bangunan megah yang ada di thailand ini setelah
puas saya pun keluar dan ketika berada di luar sekitar grand palace yang
awalnya hanya untuk melihat cendra mata thailand dan mencari money changer saya
pun bertemu warga filipina yang sedang liburan sekarang kuliah di SG.
MY
FRIEND FROM FHILIPINO
Percakapan bahasa inggris pun mulai kembali
saya hanya bisa mengatakan “I can speak english but I speak english little “ no
problem I’m understand katanya sambil ketawa kami pun lanjut ke stasiun
menggunakan tuk-tuk ke stasiun boat di
thailand yang harganya saat murah sekitar 8 baht saja menuju stasiun MRT,
lagi-lagi dan lagi saya berpisah dia ke kembali hotel sementara saya ke naik
MRT Menuju Aiport Don Mueng. Untuk melanjutkan perjalan menuju malaysia KL
mengunakan pesawat keberangkatan jam 8 malam dan datang ke malaysia KL jam
11-30 malam, saya pun harus menginap di bandara KLAI malaysia karena besok pagi
lanjut penerbangan ke indo PlG.
TEMPAT
TIDUR DI BANDARA KLAI MALAYSIA
BERSAMBUNG KE INDOCINA
SELANJUTNYA SAMPAI JUMPA DI TULISAN VIETNAM DAN CAMBOJA
“MIMPI AKAN TERUS HIDUP BAGI
ORANG YANG PERCAYA DI DALAMNYA DAN SELALU BERUSAH UNTUK MEWUJUDKANNYA SERTA
MELIHAT KEAJAIBAN-KEAJAIBANYA YANG TAK PERNAH TERPIKIR OLEH FIKIRAN SEBELUNYA.”
“YANG MAMPU MENGHALANGI MIMPIMU
YAITU PIKIRANMU SENDIRI KETIKA KAU SUDAH MAMPU MENAKLUKKANNYA BERSIAPLAH UNTUK
MENJADI SEORANG PEMENANG.”
“BIARLAH ORANG BERKATA TIDAK
MUNGKIN TENTANG MIMPIMU, YANG TERPENTING ADALAH KETIKA KAU SUDAH MAMPU MEWUJUDKANNYA,
KAU MAMPU MELIHAT SENYUM LEBAR DARI MULUTNYA.”
MR. LIM
GRAND PALACE


